Ahsanu Amalaa, alumni Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Fakultas Ushuluddin, Adab dan Dakwah (FUAD) IAIN Palangka Raya, kini dikenal sebagai salah satu penyiar muda di RRI Pro 2 Palangka Raya. Di usianya yang menginjak 26 tahun, Amalaa telah mencatat berbagai pencapaian inspiratif, baik di tingkat lokal maupun internasional.
Kecintaannya terhadap dunia komunikasi dan penyiaran tumbuh sejak duduk di bangku kuliah. Ia aktif dalam berbagai kegiatan organisasi, pelatihan, serta event kepenyiaran. Pengalaman-pengalaman tersebut menjadi bekal penting hingga akhirnya ia berhasil menjadi penyiar resmi di salah satu radio publik nasional terkemuka di Kalimantan Tengah.
“Saat pertama kali mencoba siaran, saya langsung merasa ini dunia saya. Ada kepuasan tersendiri bisa menyapa pendengar, membangun suasana, dan menyampaikan informasi yang bermanfaat,” ungkap Amalaa saat diwawancarai pada Selasa (8/7).
Baca Juga
Tak hanya dikenal di dunia penyiaran lokal, Amalaa juga pernah mengharumkan nama Kalimantan Tengah di kancah internasional. Ia terpilih sebagai delegasi Indonesia dalam Korea International Culture and Education 2019, yang digelar pada 26–30 Oktober di Korea Selatan. Acara ini diikuti oleh pemuda-pemudi dari berbagai negara di Asia Pasifik dan diselenggarakan oleh International Global Network (IGN).

Dalam ajang tersebut, Amalaa tampil membawakan culture performance dengan mengenakan busana adat Dayak Kalimantan Tengah dan memperkenalkan kebudayaan Indonesia melalui presentasi ilmiah berjudul “The Power of Heterogenitas Culture Indonesia”. Ia menjelaskan bagaimana masyarakat Indonesia, dengan keberagaman budayanya yang luar biasa, tetap hidup rukun dan harmonis.
Amalaa menyebut bahwa semua capaian ini tidak terlepas dari pendidikan dan lingkungan akademik yang membentuknya selama kuliah. “KPI FUAD IAIN Palangka Raya memberikan saya pondasi penting. Dari teori komunikasi hingga praktik jurnalistik, semua itu membekali saya menghadapi dunia nyata dengan percaya diri,” ucapnya.
Sebagai penyiar, ia kini membawakan berbagai program anak muda yang kreatif dan edukatif. Ia juga aktif memproduksi konten audio untuk media sosial RRI serta kerap menjadi narasumber pelatihan komunikasi di kalangan pelajar dan mahasiswa.
“Pesan saya untuk adik-adik mahasiswa KPI, jangan hanya mengandalkan teori. Ikuti kegiatan, bangun relasi, buat karya, dan jangan takut tampil. Dunia media sangat terbuka, asal kita punya kemauan dan komitmen,” pungkas Amalaa.
*berita hanya contoh


